Travelling merupakan kegiatan yang menyenangkan sekaligus menguras
energi kita, oleh karena itu pada saat travelling kita harus makan yang cukup
agar kondisi tubuh kita fit untuk jalan-jalan. Tidak jarang saat travelling kita
membutuhkan asupan makanan yang berlebih dibanding kegiatan kita
sehari-harinya. Akan tetapi, adakalanya saat travelling ke luar negeri yang
kita kesulitan menemukan makanan yang halal terutama di negara-negara yang
penduduknya bukan mayoritas muslim.
Sebagai orang muslim kita dilarang mengonsumsi makanan-makanan yang haram untuk dimakan sepertidaging babi dan makanan-makanan lain yang ada unsur babi di dalam kandungannya. Karena berada di negara yang mayoritas bukan muslim, kita pun akan kesulitan menemukan makanan-makanan yang halal dan bisa dimakan karena sangat jarang produk yang ada label halalnya. Padahal saat travelling kita membutuhkan energi yang dihasilkan dari makanan yang kita makan.
Walaupun makanan yang kita beli tersebut bukan daging babi, hal tersebut belum tentu makanan yang kita makan halal hukumnya secara syariah. Misalnya kita makan di restoran di luar negeri dan memesan makananan yang normal-normal saja seperti ikan, sea food, ayam, udang, telur, dsb. yang kesemuanya tersebut menurut hukum Islam halal untuk dimakan. Akan tetapi, tempat masak makanan tersebut bisa jadi pernah digunakan untuk mengolah daging babi. Hal ini menyebabkan makanan yang kita makan akan menjadi haram hukumnya.
Pernah waktu saya travelling ke Hong Kong tahun 2011 lalu, saya travelling bersama keluarga untuk pertama kalinya ke negeri Cina yang terkenal akan masakan babinya. Karena baru pertama kali ke luar negeri yang penduduknya mayoritas bukan muslim dan pada musim dingin pula, kami pun kewalahan untuk mencari makanan yang halal, higienis, dan layak untuk dimakan. Kami pada saat tiba di sana, yang kebetulan malam hari, terpaksa memakan makanan kecil yang dibawa dari Jakarta dan makanan yang diberikan ketika penerbangan di pesawat.
Kebetulan, keesokan harinya adalah hari Minggu, dimana para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kita biasa berkumpul-kumpul sesama TKI di taman-taman di Hong Kong. Kebiasaan mereka ini saya ketahui dari film favorit saya yakni Minggu Pagi di Victoria Park karya Lola Amaria yang menceritakan kisah TKI kita di negara Hong Kong^^. Mereka semua tidak hanya sekedar berkumpul saja melainkan banyak dari mereka yang menjual makanan khas Indonesia seperti sayur asem, gado-gado, pecel, nasi, ayam goreng dsb.
Karena semalamnya kami baru makan sedikit, kami pun jalan-jalan ke pusat turis Hong Kong di kawasan Nathan Road dan di sana ada taman yang terkenal oleh para turis dan TKI kita bernama Kowloon Park. Di sana banyak sekali tenaga kerga migran yang berkumpul termasuk tenaga kerja dari negara kita. Kami pun tidak ragu lagi untuk membeli makanan yang dijual oleh para TKI tersebut. Selesai urusan perut lapar, oh tidak.
Ketika tiba di hotel, kami baru tersadar ternyata mayoritas TKI di sini bekerja sebagai pembantu rumah tangga di apartemen-apartemen Hong Kong. Kami pun tersadar pastinya tempat masak mereka digunakan untuk menjual masakan Indonesia pastinya pernah digunakan untuk memasak daging babi dan hal tersebut menyebabkan makanan yang kami makan menjadi tidak halal. Kami pun semua tersadar dan memohon ampunan dari Yang Maha Kuasa bahwa hal yang kami lakukan benar-benar karena kami tidak tahu dan bukan kerena unsur kesengajaan. Dari kejadian tersebut keesokan harinya sekeluarga sangat berhati-hati untuk mencari makanan di negeri Cina ini.
Sebagai orang muslim kita dilarang mengonsumsi makanan-makanan yang haram untuk dimakan sepertidaging babi dan makanan-makanan lain yang ada unsur babi di dalam kandungannya. Karena berada di negara yang mayoritas bukan muslim, kita pun akan kesulitan menemukan makanan-makanan yang halal dan bisa dimakan karena sangat jarang produk yang ada label halalnya. Padahal saat travelling kita membutuhkan energi yang dihasilkan dari makanan yang kita makan.
Walaupun makanan yang kita beli tersebut bukan daging babi, hal tersebut belum tentu makanan yang kita makan halal hukumnya secara syariah. Misalnya kita makan di restoran di luar negeri dan memesan makananan yang normal-normal saja seperti ikan, sea food, ayam, udang, telur, dsb. yang kesemuanya tersebut menurut hukum Islam halal untuk dimakan. Akan tetapi, tempat masak makanan tersebut bisa jadi pernah digunakan untuk mengolah daging babi. Hal ini menyebabkan makanan yang kita makan akan menjadi haram hukumnya.
Pernah waktu saya travelling ke Hong Kong tahun 2011 lalu, saya travelling bersama keluarga untuk pertama kalinya ke negeri Cina yang terkenal akan masakan babinya. Karena baru pertama kali ke luar negeri yang penduduknya mayoritas bukan muslim dan pada musim dingin pula, kami pun kewalahan untuk mencari makanan yang halal, higienis, dan layak untuk dimakan. Kami pada saat tiba di sana, yang kebetulan malam hari, terpaksa memakan makanan kecil yang dibawa dari Jakarta dan makanan yang diberikan ketika penerbangan di pesawat.
Kebetulan, keesokan harinya adalah hari Minggu, dimana para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kita biasa berkumpul-kumpul sesama TKI di taman-taman di Hong Kong. Kebiasaan mereka ini saya ketahui dari film favorit saya yakni Minggu Pagi di Victoria Park karya Lola Amaria yang menceritakan kisah TKI kita di negara Hong Kong^^. Mereka semua tidak hanya sekedar berkumpul saja melainkan banyak dari mereka yang menjual makanan khas Indonesia seperti sayur asem, gado-gado, pecel, nasi, ayam goreng dsb.
Karena semalamnya kami baru makan sedikit, kami pun jalan-jalan ke pusat turis Hong Kong di kawasan Nathan Road dan di sana ada taman yang terkenal oleh para turis dan TKI kita bernama Kowloon Park. Di sana banyak sekali tenaga kerga migran yang berkumpul termasuk tenaga kerja dari negara kita. Kami pun tidak ragu lagi untuk membeli makanan yang dijual oleh para TKI tersebut. Selesai urusan perut lapar, oh tidak.
Ketika tiba di hotel, kami baru tersadar ternyata mayoritas TKI di sini bekerja sebagai pembantu rumah tangga di apartemen-apartemen Hong Kong. Kami pun tersadar pastinya tempat masak mereka digunakan untuk menjual masakan Indonesia pastinya pernah digunakan untuk memasak daging babi dan hal tersebut menyebabkan makanan yang kami makan menjadi tidak halal. Kami pun semua tersadar dan memohon ampunan dari Yang Maha Kuasa bahwa hal yang kami lakukan benar-benar karena kami tidak tahu dan bukan kerena unsur kesengajaan. Dari kejadian tersebut keesokan harinya sekeluarga sangat berhati-hati untuk mencari makanan di negeri Cina ini.
Adapun tips-tips untuk mencari makan di luar negeri antara lain:
1. Usahakan mencari tempat tinggal yang berada dekat dengan masjid atau
pusat dimana banyak orang Islam
Ibaratnya, jika kita tinggal di kawasan yang banyak orang muslim,
pastinya di kawasan tersebut banyak yang menjual makanan-makanan yang halal.
Memang sih kebanyakan merupakan masakan khas Arab atau India yang walaupun
sebenarnya tidak semua dari kita menyukai masakan tersebut masakan halal
tersebut. Apalagi biasanya harga makanan yang dijual relatif mahal. Akan
tetapi, daripada kita tidak makan lebih baik memilih makanan tersebut agar kita
tidak sakit.
2. Jika tidak ingin tinggal di kawasan muslim, pilihlah tempat tinggal
yang dekat dengan restoran yang ada logo halalnya
Tidak masalah jika restoran tersebut masakan Indonesia, Arab, India,
Melayu, atau bahkan masakan Cina asalkan ada tulisan halalnya berarti semua
masakan dalam restoran tersebut dijamin halal. Kalaupun sebenarnya tidak halal
alias mereka berbohong, kita pun tidak berdosa karena sang pemilik sudah
memberitahukan bahwa masakan yang ada di dalamnya sudah halal.^^
3. Jika benar-benar susah untuk menemukan kedua tips di atas, pilihan
terakhirnya adalah membeli makanan dari restoran cepat saji
Usahakan restoran cepat saji tersebut tidak menjual daging-dagingan
seperti hamburger, sosis, hotdog, dsb. Contohnya adalah Kentucky Fried
Chicken. Di sana yang dijual biasanya hanya ayam saja jadi relative aman
untuk dimakan. Kalaupun kita tidak menemukan restoran cepat saji seperti KFC,
misalnya di McDonalds, usahakan hanya membeli makanan yang bukan dari
ayam dan daging seperti salad, es krim, dan kentang saja. Hal ini untuk
menghindari minyak yang digunakan pernah digunakan untuk menggoreng daging
babi.
4. Jika Anda well-prepared, lebih baik membawa makanan dari
Indonesia yang tahan lama dan membawa peralatan masak praktis
Makanan seperti daging rendang, teri, dan abon dapat bertahan lama
hingga seminggu sehingga dapat kita konsumsi saat kita travelling di luar
negeri. Dan tidak lupa membawa peralatan masak yang praktis dan ringkas untuk
memasak nasi. Beras dapat kita bawa secukupnya dari rumah atau kita beli di
supermarket terdekat. Perhatikan juga tipe stop kontak dan voltase negara yang
kita kunjungi. Jangan sampai kita sia-sia tidak bisa menggunakan peralatan
masak tersebut dikarenakan tipe stop kontaknya
dan voltasenya berbeda dari negara kita Indonesia.
Banyak sekali hambatan dan rintangan bagi kita untuk melakukan travelling, salah satunya adalah mencari makanan Halal. Susahnya mencari makanan bukanlah alasan bagi kita untuk tidak travelling. Dengan
adanya tips-tips tentang mencari makanan halal saat travelling,
mudah-mudahan berguna bagi kawan-kawan traveller untuk mencari makanan
yang sesuai dengan ajaran agama Islam. Jika ada tambahan tentang tips
mencari makanan halal, saya sangat senang sekali, sangat dipersilakan untuk komentar di kolom komentar, kita bisa saling
berbagi ilmu tentang dunia travelling.
Happy Travelling!☺

Ternyata susah ya Pak mencari makanan halal di HK. Tahun lalu alhamdulillah kami berkesempatan liburan ke Beijing dan Shanghai. Dari Indonesia kami sudah mempersiapkan mie instan, bubur instan, cemilan2 lainnya, karena terlalu khawatir dengan kehalalan makanan. Ternyata di luar dugaan di Beijing & Shanghai banyak dijual makanan halal, yang dijual oleh orang Xian(Muslim China). Didepan resto mereka ada tulisan Halal dlm tulisan Arab dan China.Kami juga bisa merasakan makanan asli China yg memang sedap dan mie nya jg di buat langsung di depan kita. Kebanyakan memang di dekat mesjid, dan beberapa di tengah kota beijing (Qianmen), dan ternyata jg terdapat komunitas muslim dan Mesjid di sana. Bahkan di Bandaling (lokasi utk melihat tembok China) jg terdapat restoran halal. Ciri2 warung mereka nama warungnya ditulis dengan warna hijau, ada tulisan halal, didalam restoran itu ada kaligrafi arab, semua karyawannya pakai kopiah putih kyk haji, dan wanita pakai jilbab. Kalaukita masuk restoran mereka, begitu liat kita pakai jilbab lagsung disapa Assalamualaikum.
ReplyDeletecari aja restaurant yg vegetarian, atau restaurant seafood, kalo seafood gaperlu baca bismillah kan nyembelihnya? ( tapi tetep aja klo restaurant seafood takutnya masaknya ditambahin darah babi )
ReplyDeleteCool and that i have a dandy supply: Whole House Renovation Checklist Pdf house reno on a budget
ReplyDelete