Mau travelling dengan asyik, tapi suka bingung bagaimana caranya agar travelling tersebut menjadi kegiatan yang fun dan sesuai dengan rencana kita. Travelling itu pada intinya merupakan aktivitas untuk melepaskan
penat dan kejenuhan dari aktivitas keseharian kita. Hasil yang ingin diperoleh
dari melakukan travelling adalah hati kita senang, pikiran fresh, dapat pengalaman
yang semua itu membuat kita makin semangat dalam memulai kembali aktivitas
keseharian kita. Akan tetapi adakalanya setelah travelling kita merasa lebih
kesal, bete, dan tidak semangat melakukan apapun. Bisa jadi hal tersebut dikarenakan
pada saat travelling hati kita tidak senang alias selalu kesal.
Berikut beberapa hal yang menyebabkan travelling menjadi tidak menyenangkan
1. Travelling dengan rekan yang sedang marahan/musuhan
Tidak perlu dijelaskan lagi, hal ini merupakan sebab yang paling utama mengapa travelling menjadi
tidak menyenangkan. Tidak sedikit hal ini dialami oleh para traveller saat melalakukan
travelling. Apapun yang kita lakukan akan terasa menyebalkan karena di antara sesama
traveller tidak ada komunikasi yang berjalan mulus. Itu pun juga kalau cuma bermusuhan, adakalanya kita sering bertengkar di tempat umum yang menyebabkan kita malu pada orang-orang sekitar yang memerhatikan kita.
2. Travelling dengan orang yang egois dan hobi terlambat
Kasus ini paling sering terjadi jika kita travelling dengan keluarga maupun dengan atasan. Kita harus mengikuti segala keinginan mereka. Misalnya di perjalanan yang panjang misalnya di bus pariwisata, kita menginginkan suasana yang tenang selama di perjalanan karena perjalanan bus yang panjang dan melelahkan membuat kita capek, tiba-tiba atasan kita menyetel video di TV untuk karaoke yang membuat suasana bus menjadi berisik padahal Anda ingin beristirahat. Anda pun tidak enak hati untuk menegur atasan Anda tersebut.
Travelling dengan orang yang egois tidak hanya terjadi pada teman travelling Anda yang posisinya lebih tinggi dari Anda. Terkadang ada juga teman sebaya yang egois dalam travelling. Misalnya, sebelum pergi travelling Anda dan teman-teman Anda sudah membuat rencana perjalanan mau ngapain aja di sana (itinerary) dan semua orang sudah setuju dengan itinerary yang sudah dibuat. Akan tetapi, pada pelaksanaanya ada teman Anda yang tidak setuju dengan itinerary yang sudah dibuat, misalnya ia ingin belanja lebih lama di suatu tempat padahal dalam schedule travelling Anda tersebut masih banyak tempat yang harus dikunjungi. Otomatis rencana travelling Anda yang sudah direncanakan baik-baik dari rumah menjadi berantakan gara-gara satu atau beberapa orang tersebut. Kasus dengan orang yang hobi terlambat juga membuat jadwal travelling Anda menjadi berantakan. Yang harusnya bisa menikmati objek wisata lebih lama menjadi lebih sebentar gara-gara kita terlambat bangun pagi dan sebagainya. Itu masih mending, dibandingkan banyak orang yang terbirit-birit ke bandara supaya tidak ketinggalan pesawat ini sering terjadi bagi kita orang Indonesia yang terbiasa dengan jam karet. Di luar negeri jadwal-jadwal angkutan massal biasanya sangat tepat waktu tidak seperti di negara kita.
2. Travelling dengan orang yang egois dan hobi terlambat
Kasus ini paling sering terjadi jika kita travelling dengan keluarga maupun dengan atasan. Kita harus mengikuti segala keinginan mereka. Misalnya di perjalanan yang panjang misalnya di bus pariwisata, kita menginginkan suasana yang tenang selama di perjalanan karena perjalanan bus yang panjang dan melelahkan membuat kita capek, tiba-tiba atasan kita menyetel video di TV untuk karaoke yang membuat suasana bus menjadi berisik padahal Anda ingin beristirahat. Anda pun tidak enak hati untuk menegur atasan Anda tersebut.
Travelling dengan orang yang egois tidak hanya terjadi pada teman travelling Anda yang posisinya lebih tinggi dari Anda. Terkadang ada juga teman sebaya yang egois dalam travelling. Misalnya, sebelum pergi travelling Anda dan teman-teman Anda sudah membuat rencana perjalanan mau ngapain aja di sana (itinerary) dan semua orang sudah setuju dengan itinerary yang sudah dibuat. Akan tetapi, pada pelaksanaanya ada teman Anda yang tidak setuju dengan itinerary yang sudah dibuat, misalnya ia ingin belanja lebih lama di suatu tempat padahal dalam schedule travelling Anda tersebut masih banyak tempat yang harus dikunjungi. Otomatis rencana travelling Anda yang sudah direncanakan baik-baik dari rumah menjadi berantakan gara-gara satu atau beberapa orang tersebut. Kasus dengan orang yang hobi terlambat juga membuat jadwal travelling Anda menjadi berantakan. Yang harusnya bisa menikmati objek wisata lebih lama menjadi lebih sebentar gara-gara kita terlambat bangun pagi dan sebagainya. Itu masih mending, dibandingkan banyak orang yang terbirit-birit ke bandara supaya tidak ketinggalan pesawat ini sering terjadi bagi kita orang Indonesia yang terbiasa dengan jam karet. Di luar negeri jadwal-jadwal angkutan massal biasanya sangat tepat waktu tidak seperti di negara kita.
3. Lebih sibuk dengan gadget ketimbang menikmati travelling
Hal inilah yang paling sering saya amati pada wisatawan orang Indonesia. Di zaman saat
ini semua orang tidak bisa lepas dari Blackberry-nya, iPad-nya, PSP-nya, sibuk update status di facebook dan twitter, dsb.
sampai-sampai dia tidak bisa menikmati perjalannya sendiri.
Saking parahnya, saya mendapat cerita dari tante saya yang haji kira-kira 5
tahun lalu.
Ada orang Indonesia yang sibuk sekali menelepon mengurusi bisnisnya alias urusan
dunianya dengan rekannya di tanah air. Padahal saat itu sedang dilakukan
prosesi paling khusyuk dalam tahapan untuk menjadi seorang haji yakni wukuf
(arti: berdiam diri, merenung) di Padang Arafah, karena wukuf merupakan
kewajiban bagi seluruh jamaah haji walaupun ia sedang sakit karena jika tidak
melakukan wukuf maka ia tidak melakukan ibadah haji.
Di saat jamaah haji lain sedang khusyuk berdiam diri sambil ada yang
membaca Alquran, berdzikir, berdoa sampai menangis, eh dia malah sibuk dengan
urusan dunianya. Ckckck sungguh sangat menyedihkan ia melewatkan masa-masa yang
sangat diimpi-impikan oleh jutaan muslim Indonesia yang tidak kesampaian untuk
melaksanakan ibadah haji.
Nantinya saat kita pulang travelling, kita pun tidak mendapatkan memori yang menyenangkan pada saat travelling, dan jika ada teman kita yang menanyakan pengalaman kita saat travelling kemarin, kita pun tidak bisa membagikannya karena memang pada saat travelling kemarin kita sibuk dengan gadget kita sendiri. Tidak mau kan mengalami seperti ini?
4. Tidak tahu-menahu tentang kondisi tempat yang ia
kunjungi
Yang namanya kita pergi ke tempat yang berbeda dengan lingkungan
sehari-hari apalagi ke luar negeri yang berbeda iklimnya dengan Indonesia,
banyak dari traveler kita yang sering saltum jika sedang travelling. Misalnya
travelling ke Korea Selatan pada bulan Oktober. Walaupun di sana belum memasuki
musim dingin akan tetapi suhu pada malam hari bisa anjlok hingga di bawah 10
derajat Celsius. Hal ini akan membuat tubuh kita kedinginan apabila tidak
membawa jaket yang sesuai. Kejadian ini sering ditemukan oleh wisatawan kita jika ke negara yang memiliki empat musim. Banyak yang tidak mempersiapkan jauh-jauh jenis pakaian apa saja
yang harus dibawa. Tentu saja hal ini membuat travelling menjadi tidak nyaman, karena kedinginan jadinya ingin tetap di hotel saja menghangatkan diri jadinya tidak bisa jalan-jalan.
Next: Tips membuatnya menjadi asyik dan menyenangkan
Next: Tips membuatnya menjadi asyik dan menyenangkan
Nah itu semua beberapa hal yang membuat kegiatan travelling menjadi menyebalkan berdasarkan pengalaman saya dan cerita dari teman-teman dekat saya. Kita yang pengennya asyik bisa senang-senang eh yang terjadi malah sebaliknya. Bagi teman-teman yang punya pengalaman tentang pengalamannya yang tidak menyenangkan tentang travelling, boleh banget loh di-share di kolom komentar☺





No comments:
Post a Comment