Sunday, 20 May 2012

Tips Membuat Travelling Menjadi Menyenangkan dan Asyik


Beberapa hari yang lalu saya memposting tentang hal-hal yang membuat travelling menjadi menyebalkan. Kasus di atas merupakan hal-hal kecil yang sering tidak diperhatikan oleh para traveller dalam melakukan travelling. Hal tersebut bisa menjadi hal besar karena tidak dipersiapkan di awal sebelum melakukan travelling. Oleh karena itu sebelum kita melakukan travelling ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain:

1. Travelling dengan Sahabat atau Teman Dekat
Travelling memang yang paling benar dan menyenangkan adalah bersama sahabat atau teman dekat Anda. Untuk itu, pada saat travelling hubungan Anda dengan kawan Anda tidak dalam kondisi sedang marahan atau musuhan. Travelling dengan sahabat akan menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan karena akan membuat tali persahabatan Anda makin dekat. Biasanya jika kita travelling bareng sahabat, kelakuan unik sahabat Anda akan terlihat dan hal ini semakin membuat Anda dengan teman-teman Anda seperti keluarga. Dan satu lagi, usahakan jika Anda travelling jangan terlalu membawa terlalu banyak teman karena semakin banyak orang, maka semakin banyak maunya pendapat yang diinginkan, yang ada nantinya jadi ribut. Usahakan travelling tidak lebih dari lima orang.
Adakalanya selera jalan-jalan kita berbeda dengan teman kita, misalnya pada saat berbelanja dan minat tempat yang ingin dikunjungi. Solusinya biarkan masing-masing dari Anda memilih seleranya masing-masing lalu tentukan kapan dan dimana Anda dan teman Anda berkumpul tersebut bertemu kembali pada suatu tempat. Jadi, semua orang dapat menikmati apa yang masing-masing ingin dapatkan pada saat travelling.
2. Travelling dengan bukan Sahabat
Adakalanya kita travelling yang diselenggarakan oleh orang lain seperti oleh kantor Anda, tempat perkumpulan atau organisasi Anda, atau bahkan Anda ikut travel perjalanan yang disediakan oleh Travel Agent. Oleh karena itu, kita tidak bisa leluasa dengan kemauan kita sendiri karena segala rencana perjalanan tersebut sudah terjadwal. Terkadang dalam susunan jadwal tersebut ada sebagian tempat atau kegiatan yang tidak sesuai dengan minat travelling Anda.
Solusinya, pasti di jadwal tersebut ada hari atau jam dimana para anggota perjalanan (traveler) diberikan waktu bebas. Di saat inilah kesempatan Anda untuk menikmati minat travelling Anda sendiri. Anda bisa mengajak peserta lain yang minatnya sama dengan Anda, syukur-syukur ia mau sehingga biaya Anda menuju tempat yang Anda kunjungi akan sedikit berkurang karena sistem tombok-menombok.
Bagaimana saat di perjalanan ada anggota yang ‘egois’ yakni dengan menyetel musik karaoke sedangkan Anda ingin tenang selama perjalanan? Untuk saat ini Anda bisa menyetel pemutar musik (MP3 player, iPod, dsb.) untuk menghindari musik yang Anda tidak sukai tersebut. Atau jika Anda merasa bosan dengan tayangan video atau film selama perjalanan yang disetel di TV di depan Anda bisa mengeluarkan gadget Anda seperti iPad, Galaxy Tab, atau bahkan Laptop untuk menghibur diri Anda. Untuk saat seperti inilah gadget berfungsi dalam travelling, bukan pada saat travelling-nya.
3. Kenali tempat tujuan travelling Anda
Mengenali tempat tujuan bisa dari bagaimana kondisi iklim tempat kita jalan-jalan, bagaimana kondisi sosial-politik setempat dan bagaimana kebudayaan karakteristik setempat. Hal ini akan menjadikan ada well-prepared dalam aktivitas travelling Anda.
Kondisi cuaca dan iklim setempat bisa dicek di situs cuaca online seperti Wunderground Weather atau Yahoo! Weather. Biasanya situs tersebut up-to-date tentang kondisi cuaca dan iklim setempat. Dari informasi yang ada di situs itulah kita bisa mempersiapkan apa saja yang harus dibawa seperti jaket tebal, jas hujan, payung, sarung tangan, lip balm, sunblock dan lain-lainnya yang membuat kita nyaman dengan kondisi cuaca di sana.
Khusus untuk travelling ke negara yang berlintang tinggi (di atas 40 derajat lintang utara, dan 40 derajat lintang selatan) ada baiknya Anda membawa jaket walaupun negara tersebut sedang memasuki musim panas. Biasanya pada negara-negara tersebut suhu pada siang hari normal sekitar 20 derajat Celsius yang bagi kita orang Indonesia sudah sangat biasa dengan suhu tersebut akan tetapi pada malam hari suhu bisa drop ke angka belasan atau bahkan di bawah 10 derajat Celsius walaupun pada musim panas. Bagi kita, suhu tersebut sangat menyiksa karena kita tidak terbiasa dengan suhu di bawah 20 derajat Celsius.
Nah untuk kondisi lingkungan sosial setempat ada baiknya mengecek situs resmi pariwisata negara yang ingin dikunjungi. Biasanya informasi yang ada di dalam situs tersebut lengkap mulai dari kapan mengunjugi (when to visit) apa yang tidak boleh dilakukan (what not to do) dan informasi-informasi lain terkait dunia pariwisata negara tersebut. Tidak seperti negara kita Indonesia yang tidak mempunyai situs resmi dan lengkap untuk wisatawan, kalaupun ada yang ditawarkan hanya Bali lagi Bali lagi *huft*.
Hindari travelling ke negara yang sedang merayakan hari besar, seperti hari hari suci keagamaan. Pernah saya travelling ke Korea Selatan pada akhir Januari lalu dan bersamaan dengan perayaan Tahun Baru Bulan (Tahun Baru China) yang ada di sana sepi dan banyak toko-toko yang tutup sehingga kami tidak bisa berbelanja dengan puas
PS: Nantikan Cerita Travelling saya ke Korea Selatan☺!

Pada intinya jika kita ingin travelling dengan asyik dan menyenangkan kita harus mempersiapkan segala detailnya sebaik mungkin sejak dari rumah. Jika kita bisa travelling dengan menyenangkan dan banyak manfaat yang diambirl setelah melaksanakan perjalan travelling kita.
Tips-tips di atas murni dari pengalaman saya, jika teman-teman ada tips-tips yang lain, sangat diharapkan sekali untuk berkomentar di kolom comment. Happy Travelling!

Sumber gambar: gettyimages

No comments:

Post a Comment